Apakah kamu seorang jomlo?

Teraniaya?

Tapi pengen punya pasif income?

Sebaiknya kamu baca tulisan dari Rizka Amalia dan Nur Hidayah:

 

Jomlo Ini Produktif Karena Kerap Dikecewakan Mantan. Bagaimana Denganmu?

Rezky Firmansyah, jomlo yang telah berhasil menerbitkan 18 buku ini memaparkan bahwa inspirasi menulis datang dari kegelisahan, pengalaman, atau bahkan keinginan diri untuk memberikan suatu perubahan. Sebuah mimpi akan membuat seseorang terus bergerak. Keyakinan yang kuat dari mimpi yang telah ia tancapkan, menjadikan dirinya mampu menjadi penulis produtif.

Ada orang yang tidak bisa bergerak dengan kuat untuk menulis, karena mereka tidak memiliki strong why. Sehingga apa yang bisa jadi masih asal-asalan, belum memiliki niat yang baik, niat yang mulia. Selain juga, teman dan lingkungan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seseorang. Hal ini yang mesti segera mungkin untuk dicari agar tak hanya menjadi manusia tanpa kenaikan kelas.

Rezky sangat mengetahui alasan kuat kenapa dia harus menulis. Salah satunya adalah untuk menebarkan jalan kebaikan sebanyak mungkin. Bila dikatakan visi, baginya ini merupakan bagian dari pejuang kebaikan. Pejuang kebaikan dengan kata, bicara, dan juga karya.

Mimpi akan membuat diri terus bergerak. Terus menambah target baru, menciptakan konsep baru di setiap bukunya. Delapan belas buku milik Rezky, banyak antologi dengan konsep yang selalu baru di dalamnya. Contohnya buku ke-18 yang berjudul “29 Solusi Indonesia Muda Untuk Indonesia Berdaya”. Konsep buku ini mengumpulkan peserta konferensi agar setelah acara memiliki ide baik yang harapannya akan tercipta kolaborasi-kolaborasi kebaikan. Sehingga mereka telah siap akan seperti apa setelah selesai dari koferensi.

Menjadi dirinya saat ini, bukan tiada perjuangan di dalamnya. Ia pernah mengalami kondisi terpuruk saat mendapat harapan palsu akan naskah yang dijanjikan untuk terbit ke penerbit mayor. Perjanjian untuk nulis bareng, Rezky yang menulis naskah dan akan terbit dengan nama akun sosmed tersebut, hanya menjadi sebuah impian yang melayang begitu saja. Setelah naskah selesai, tiada kabar dari sang admin.

Tema jomlo yang ia ambil untuk naskah tersebut, rasanya akan kalah saing dengan banyaknya kesamaan di pasaran. Ketika menggunakan nama pribadinya, sungguh tiada kemungkinan naskahnya dilirik oleh penerbit mayor. Strategi menggunakan marketing, bekerja sama dengan media yang followernya sudah jutaan, akan menjadi kekuatan tersendiri. Sehingga naskah ini ia diamkan, untuk mencari pembeda agar bisa terbit.

Agustus 2016, ia menemukan kelas Mentoring Menulis Online (MMO) dengan salah satu tawarannya adalah buku bakal terbit di penerbit mayor. Mentoring yang diselenggarakan oleh Inspirator Academy ini memberinya kesempatan sangat menarik, sehingga ia yakin tuk mengikutinya. Dengan bimbingan yang diberikan oleh seorang penulis ternama, Brili Agung, selama 30 hari Rezky berhasil menyelesaikan sebuah naskah buku. Dahsyatnya, naskah itu berhasil diterbitkan oleh sebuah penerbit mayor, Quanta.

Pengalaman menarik dari Rezky saat itu adalah dia sedang skripsi dan juga dalam proses menyelesaikan banyak buku. Skripsi selesai, buku pribadi mengikuti pula,dan juga naskah yang telah dianggurkan sekian waktu bisa terselamatkan. Sehingga ada dua naskah selesai, yaitu “Jomblo, Mantan, dan Masa Depan” serta “Mantan Terindah” yang terbit di penerbit mayor semua.

Setelah mengikuti MMO , Rezky lebih produktif untuk menulis dan tersistem dalam mentukan langkah strategis. Menurutnya, menerbitkan buku di penerbit di mayor itu bagus, tapi saat di kelas ini ia berpikir untuk bergerak lebih banyak membantu orang. Yang awalnya hanya menjadi peserta, akhirnya ia ditarik ke beberapa angkatan untuk menjadi mentor MMO yang pada 1 November 2017 nanti akan kembali membuka kelas untuk angkatan ke-23.

Tak hanya itu, Rezky juga membuat kelas 30DWC (30 Days Writing Challenge) yang telah berjalan 9 angkatan. Program ini awalnya ia sendiri yang menjalankan, hingga ketika jilid 5 diajak join menjadi satu dalam Inspirator Academy yang sekarang sudah mencapai jilid ke-9. Kerja sama membuat dirinya semakin memperluas sayap kebaikan.

Buku pertama miliknya launching di perpustakaan SMA pada 24 april 2012 yang merupakan karya antologi dari sekitar 30 orang. Pembuatan buku ini bertujuan agar perpisahan sekolah menjadi lebih bermakna.

Setelah 5,5 tahun, 18 naskah telah ia selesaikan. Dan target terdekat darinya adalah menyelesaikan buku ke-24 sebelum 5 desember 2017 tepat dimana ia berusia 24 tahun. Target lain akan ia susun setelahnya.

“Setiap orang punya masa lalu, mantan misalnya. Tapi yang membedakan tiap orang adalah bagaimana cara memaknai kenangan agar bisa menata masa depan. Bukan mantan yang membuat saya produktif menulis buku. Tapi kenangan apapun, bisa saya angkat jadi inspirasi dan pelajaran. Nah kamu gimana?” ujarnya saat dalam wawancara melalui WhatsApp.