Sebuah Kekuatan Berjamaah

Banyak sekali di era milenial ini menawarkan bimbingan belajar instan dan singkat atau workshop. Hal ini tentu saja menguntungkan bagi peserta, karena tidak perlu belajar terlaslu lama dan langsung menguasai ilmunya. Namun hanya sedikit workshop yang mengantar pesertanya sampai titik target workshop itu sendiri. Salah satunya adalah Workshop Bikin Komik Islami atau disingkat WBKI. Digagas oleh Tony Trax, mantan manager band ternama Endank Soekamti dan D’Bagindas yang kini banyak bergelut di dunia menulis, menjadikan salah satu workshop yang sangan menjanjikan dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya. Bagaimana tidak. Ratusan peserta workshop yang pernah diselenggarakan mulai dari Qatar dan kota-kota besar Indonesia, kini hasil workshop tersebut tergabung dalam sebuah komik kompilasi bertajuk REAL FRIENDS.

Uniknya, sebagian besar peserta WBKi tidak dapat menggambar. Namun bisa punya karya komik. Mengapa? Karena, Tony Trax sendiri mengalami hal yang sama, tidak bisa menggambar. Tapi, Tony saat 2018 ini sudah mempunyai karya 7 komik. Yang menggambar? “Saya order gambar ke beberapa illustrator. Jadi, saya yang bikin konsep dan menulis naskah.” Kata Tony. Ternyata hal seperti itu juga dialami oleh komikus kelas dunia, Stan Lee. Pencipta komik Spiderman itu ternyata juga tidak bisa menggambar. Semua komik Spiderman yang sangat fenomena itu, digambar oleh orang lain.

“Selain itu, saya mencoba memotivasi generasi muda, bahwa membuat komik komik itu sangat mudah. Tidak punya skill menggambar bukanlah halangan besar. Yang penting punya ide kreatif dan bisa menulis. Tentu saja dalam koridor Islam. Nah, mencari ide dan menulis itulah yang diajarkan di WBKI.”

Workshop kurang lebih 5 jam itu ternyata membuka wawasan para komikus pemula, bahwa kekuatan mencari ide dan menulis juga tidak kalah penting. Menurut keterangan dari salah satu peserta, setelah mengikuti WBKI, dia jadi paham dan mudah mencari ide. “Kalau mau belajar teknik menggambar, jangan sama saya hehehehe…” Seloroh Tony.

WBKI ini juga menarik perhatian seorang nenek dari Johor, Malaysia. Puan Zubaidah (56 tahun) ikut WBKI Bandung. Menurutnya, ini adalah kelas yang sangat langka dan wajib diikuti walaupun harus ke Indonesia. Profesi beliau sebagai guru TK dan sudah berkeliling dunia, menjadi paham bagaimana cara menulis dari pengalaman yang dimilkinya.

Komik Real Friends terbit 29 Oktober 2018. Baru PO (Pre Order) 2 hari, sudah habis dipesan 2.000 eksemplar. Lalu Tony coba menambah lagi 1.000 eksemplar, 2 hari kemudian habis lagi. Padahal belum juga naik cetak. Terakhir menambha oplah 1.000 hingga totalnya 4.000 eksemplar, hari ke 7 langsung ludes. Kenapa bisa secepat itu?

“Kekuatan berjamaah!”

Tony menjelaskan lagi. Saya ada grup WA isinya khusus peserta WBKI. Hampir 100 orang, hanya yang Indoneisa, Qatar tidak ada. Member yang rata-rata adalah emak-emak, ternyata sangat “beringas” dalam memborong komik Real Friends. Ada yang 100, 200, bahkan yang  tertinggi 400 eksemplar. Rata-rata emak-emak tersebut bukanlah reseller buku. Hanya ingin membeli lalu menunjukkan kepada tema-temannya, INI LHO ADA KOMIK YANG ISINYA ADA KARYA ANAKKU. Sambil pelan-pelan diajarkan cara menjadi reseller, akhirnya dari yang semula hanya ibu rumah tangga,  kini berubah jadi reseller militan yang siap mendapatkan penghasilan lumayan.

“Sebenarnya kalau mau diturutin, mau nambah cetak juga masih bisa. Tapi biarlah 4.000 dulu. Toh semua hasil royalti komik ini, 100% disumbangkan untuk kepentingan masjid. Insya Alloh 22 November 2018 mulai membangun masjid di daerah gempa, Lombok, bekerja sama dengan komunitas Teras Dakwah. Teras Dakwah sendiri sudah membangun 6 masjid dari 10 yang direncakan. Yang ke 7 dan 8 akan dibangun akhir Oktober 2018. Sedangkan November, giliran masjid-nya Real Friends.”

Karena animonya sangat besar, maka 2019 Tony mulai bikin lagi WBKI di luar Jawa. Ini dalam rangka menjaring peserta untuk komik Real Friends seri ke 2. Pengennya WBKI hadir di kota-kota besar dahulu sampai merata. Agar generasi muda yang menjadi target WBKI menjadi pendakwah yang handal. Bukan generasi peneybar hoaks, bukan generasi yang sukanya menulis tentang kebencian, maksiat dan nggak ada pahalanya sama sekali.

Hanya menulis hal-hal yang baik seperti yang diajarkan Islam. Berbicaralah yang baik, atau diam.  Karena dewasa ini, generasi muda mudah terprovokasi, gampang menyebarkan berita yang tidak benar, dan juga sering menulis hujatan, olokan dan ghibah. Diharapkan dengan adanya WBKI ini, makin banyak pendakwah-pendakwah baru yang bakal menjadi aset umat di masa depan.

Baca juga workshop menginap 2 hari 1 malam http://workshop.realmasjid.com/