TOLONG GAMBARIN DONG!

Kalo ngumpul sama pedagang minyak wangi, bakalan ketularan wangi.
Kalo ngumpulnya dengan pemabuk, ya bakalan sering sempoyongan dari pada sembayangan.

Kalo ikutnya grup WA para penulis, apalagi bisa sampe kopdar, ah… bara api menulis akan selalu membara. Tak pernah redup! Karena setiap member akan selalu saling membakar semangat menulis.

Malam Minggu kemarin sungguh luar biasa. Akhirnya bisa ketemuan dengan beberapa member grup WA KELINGAN, Kelompok Literasi Ungaran. dari kota Semarang agak sonoan dikit. Padahal saya tinggalnya di Jogja. Kok bisa menyusup ke grup ini?
Hmmmm…

Salah satu membernya ada mbak Dewi Rieka Dua penulis novel Anak Kos Dodol/AKD. Saya tau awalnya dari komiknya, keren banget. Baru kemudian memburu semua novelnya. Lahap habis dibaca. Lucu dan gue banget. Secara ceritanya adalah anak kuliahan kampus Jogja.

Tuan rumah acara kopdar, mbak Yuli punya 4 anak. Yang paling kecil kembar (duh, sayangnya saya lupa mengambil gambar duo cantik imut ini) Mbak Yuli pernah merilis buku Golden Twin tentang si kembar buah hatinya.

Sedangkan 2 anak yang berusia kelas 5 SD dan ah, satunya lupa. Senang banget menggambar. Karena saya dikenalkan sebagai komikus, 2 anak itu setelah berkenalan langsung menyodorkan sebuah kertas dan pensil. “Om, tolong ajari gambar dong!”

Tentu saja, saya langsung pucat berat. Predikat komikus memang identik dengan jago gambar. Itu adalah mitos yang sangat menyesatkan dan menohok saya. Karena kenyataannya saya nggak bisa menggambar dengan baik dan benar. Lalu saya berusaha membela dengan kalimat andalan, “Begini, adik-adik sekalian. Memang, saya sudah menerbitkan 6 komik. Tapi saya nggak bisa menggambar. Yang menggambar orang lain.”
Suasana hening.
Kini, gantian mereka berdua yang pucat tingkat tinggi. Kecewa. Barangkali terlalu berharap banyak ingin belajar menggambar pada saya 🙈

Untung ada ketua komunitas komik yang masih jomblo, Yuwanto S Yang dengan sigap langsung srar-sret mengobati kekecewaan 2 anak itu. Alhamdulillah, nama saya tidak terlalu tercemar. Untuk sementara 😝

Kelingan punya agenda yang bagus, setiap kopdar membawa tulisan untuk saling dikoreksi satu sama lain. Jika terkumpul cukup akan dibuat Antologi.
Tau artinya Antologi?
Ilmu yang memelajari tentang Anto 😷
Seandainya setiap daerah mempunyai komunitas seperti KELINGAN, maka bisa dipastikan banyak masyarakat sekitar akan melek literasi, anak-anak juga pemuda akan rajin membaca, perpustakaan akan semarak, dan toko buku akan sumringah. Ujung-ujung pemerintah akan membebaskan pajak bagi penulis. (Eh, kok malah bahas ini 😱)

Malam itu agendapun bertambah, dengan adanya setiap member wajib kirim tulisan di grup minimal 100 kata setiap hari. Tentu saja, program langsung menuai pro dan pro. Iya, karena nggak ada yang kontra 😙

Eh, tapi kalo saya sibuk gimana?
Kalo bad mood piye?
Ide mentok. Susah nulis?
Saya nggak bakat nulis?
Bla… Bla… Bla… Dhuuuttt..

Helaaawwww… Menulis tuh pekerjaan anggota tubuh mulut atau tangan?
Tangan!
So, your mulut tak usah ikutan bekerja. Coba lakban dulu. Segera gerakkan tanganmu.
Eplekeplekeplek…
Eplekeplekeplek…
Eplekeplekeplek…

(bunyi laptop diketik)

@tonytrax_
11SEPT17