Membaca buku adalah kegiatan yang menyenangkan. Dengan membaca buku, kita juga bisa menambah wawasan. Kita bisa mengambil pelajaran dari buku yang kita baca. Kita juga bisa mengetahui berbagai hal baru dengan membaca buku. Saat ini telah banyak buku yang beredar di pasaran dan tentu saja membuat anda kebingungan memilihnya. Dari sekian judul buku yang ada, anda bisa pilih buku yang berjudul “Ada Apa Dengan RIBA?” dan “#Ada Orang Utang”.

Buku “Ada Apa Dengan RIBA?” dan “#Ada Orang Utang” merupakan buku terpopuler karya Ustadz Ammi Nur Baits. Sekilas dari judul bukunya saja sudah terlihat jelas bahwa Ustadz Ammi Nur Baits menuliskan perihal hutang. Ada banyak alasan mengapa harus membaca buku ini, terutama untuk anda yang mampu (kreditor) dan untuk anda yang membutuhkan (debitor). Dengan membaca buku ini, anda bisa mengetahui perihal riba dan hutang dalam Islam.

Ada Apa Dengan RIBA?

Dengan membaca buku berjudul “Ada Apa Dengan RIBA?” karya Ustadz Ammi Nur Baits, kita bisa belajar mengenal riba. Ada berbagai kaidah yang dijelaskan dalam buku tersebut. Kaidah yang pertama menjelaskan bahwa semua hutang yang menghasilkan manfaat (apapun serta bagaimanapun bentuknya), statusnya ialah riba. Lalu kaidah kedua berisikan tentang tambahan dari transaksi hutang, sebagai ganti sebab terjadi penundaan waktu dalam pembayaran ialah riba.

Kaidah selanjutnya ialah riba itu tetap tak boleh, baik sedikit maupun banyak. Hukum riba tetap haram. Tidak diperkenankan terdapat kenaikan harga dalam transaksi hutang piutang. Riba berlaku pada semua jenis mata uang, baik uang kartal, dinar, maupun dirham. Sifat saling ridho, ikhlas atau rela, tidak diperhitungkan dalam riba. Selain itu, tidak boleh mengajukan syarat tambahan, yang nantinya menguntungkan pihak pemberi hutang.

#Ada Orang Utang

Lain halnya dengan buku berjudul “#Ada Orang Utang”. Dengan membaca buku yang juga karya Ustadz Ammi Nur Baits tersebut, kita bisa mengetahui pandangan Islam mengenai hutang piutang. Dijelaskan dalam buku ini tentang hutang antara orang kaya dan orang miskin. Terdapat pula motivasi untuk kreditor (orang yang mampu memberikan hutang) dan debitor (orang yang membutuhkan hutang).

Selain itu, buku ini menjelaskan tentang hutang dibawa mati. Terdapat jawaban yang sangat jelas mengenai pertanyaan tentang jenazah yang meninggalkan hutang tidak dishalati. Pertanyaan ditanggung atau dilunasi, hingga pemerintah menanggung utang rakyat yang belum lunas ketika mati. Semua pertanyaan tersebut tentu membuat anda penasaran ingin mengetahui jawabannya. Anda bisa mengetahui jawabannya dengan membaca buku “#Ada Orang Utang”.

Dalam buku tersebut juga dijelaskan tentang hutang itu halal, namun menakutkan. Pertanyaan tentang mengapa Nabi berhutang juga akan terjawab dalam buku ini. Dijelaskan juga bahwa jadikan hutang sebagai pilihan terakhir. Dalam berhutang pun, anda harus memberikan jaminan. Dengan membaca buku ini, anda bisa menggali hikmah gadai Nabi kepada Yahudi. Anda juga akan mengetahui adab al-Quran terkait hutang.

Disamping itu, buku ini juga menjelaskan tentang aturan untuk hutang yang macet, debitor, kreditor, orang yang pailit, pengalihan hutang (hawalah), gadai, dan banyak lagi lainnya. Bahkan, di dalam buku ini juga terdapat tips dan trik supaya mudah melunasi hutang. Terlebih lagi, anda juga bisa lebih memahami perihal hutang, seperti hutang dalam keluarga, antara utang dan sengketa, hingga zakat hutang piutang. Semua perihal hutang tergambar jelas dalam buku ini.