MASJID adalah rumah Alloh. Rumahnya Sang Pencipta. Jika kita akan masuk ke istana Negara harus berpakaian sangat rapi, harus lapor ke penjaga, dan harus menjaga segala sikap dan perilaku kita, maka untuk memasuki masjid, tentu harus lebih dari itu. Harus lebih karena istana Negara yang punya hanyalah ciptaan Alloh. Dalam kenyataan sekarang ini, definisi masjid sebagai tempat ibadah sudah mulai bergeser. Lebih sekedar hanya sebuah bangunan berkubah yang, berkarpet atau tikar atau tempat tidur buat para pesinggah.
Dalam memakmurkan masjid, ada bebera tips agar benar-benar maksimal dan benar. Bukan hanya sekedar meramaikan saja. Tapi juga mengoptimalkan fungsi-fungsi kepengurusan agar tercipta jamaah yang solid dan cerdas. Memang, tidak semua daerah memiliki sumber daya manusia yang bagus semua. Tidak semua terdiri dari orang-orang yang intelek. Tapi dengan menerapkan tips-tips ini, setidaknya minimal akan meningkatkan atau membuat keadaan lebih bagus dar sebelumnya.
1. Membentuk Pengurus Masjid.
A. KETUA
Sebagai pucuk pimpinan yang akan membawahi anak buah, hendaknya ketua memilik beberapa syarat seperti dibawahini, atau setidaknya medekati :
– Penyabar
– Berpikir dewasa
– Ekonomi mapan
– Berjamaah di masjid
– Berpengalaman dalam organisasi
– Tahu adab-adab masjid
Program Kerja :
– Mengadakan rapat bulanan minimal 1 bulan sekali
– Rapat diadakan di masjid
– Menganjurkan seluruh jajaran pengurus dan keluarganya untuk selalu berjamaah di masjid
B. BENDAHARA
Pemegang uang kas, infaq, hingga yang mengatur anggaran belanja.
– Ekonomi mapan
– Jujur
– Sanggup membuat laporan keuangan setiap bulan

Program Kerja :
– Tidak ada program khusus
C. SEKERTARIS
Mencatat hasil rapat, dan disampaikan dirapat berikutnya. Menggaris bawahi hal-hal yang penting pada rapat sebelumnya atau yang belum terlaksana.
– Rajin mencatat

Program kerja
– Tidak ada program kerja khusus

D. TIM KREATIF
Terdiri dari beberapa orang yang mempunya pikiran kreatif, inovasi dan selalu berkembang.
– Berjiwa muda
– Mempunya link social media
– Aktif mengikuti kajian diluar
Program kerja
– Membuat program kajian
– Update buku untuk pengetahuan

E. LAIN-LAIN
Bila diperlukan.
2. Program Dakwah
A. PAUD
Mendirikan PAUD atau play group adalah salah satu peluang untuk menciptakan lapangan kerja baru. PAUD memiliki prospek yang lumayan cerah kedepannya. Selain membuka lapangan pekerjaan baru mendirikan PAUD juga dapat membantu memberikan pendidikan pra-sekolah untuk anak-anak usia di bawah 6 tahun. Dengan harapan ketika anak memasuki jenjang pendidikan dasar, mereka tidak lagi terkejut dengan suasana belajar di sekolah dan telah memiliki dasar-dasar yang mempermudah anak untuk berinteraksi di sekolah.
Jika merujuk pada Pasal 61 PP no. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidiukan, fungsi dan tujuan PAUD adalah sebagai berikut:
1. Pendidikan anak usia dini berfungsi membina, menumbuhkan, dan mengembangkan seluruh potensi anak usia dini secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangannya agar memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya.
2. Pendidikan anak usia dini bertujuan:
a. membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkepribadian luhur, sehat, berilmu, cakap, kritis, kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab; dan
b. mengembangkan potensi kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, kinestetis, dan social peserta didik pada masa emas pertumbuhannya dalam lingkungan bermain yang edukatif dan menyenangkan.
Syarat yang perlu dipenuhi sebelum mendirikan lembaga atau yayasan PAUD seperti yang terdapat dalam Pasal 62 ayat 2 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional:
1. Kurikulum
2. Peserta didik
3. Tenaga pendidik
4. Sarana dan prasarana
5. Pembiayaan
6. Metode evaluasi
Setelah ke-6 syarat diatas sudah langkah selanjutnya untuk mendirikan PAUD ini adalah berkonsultasi dengan dinas pendidikan tempat kita tinggal untuk menanyakan persayaratan tekhnis lainnya. Biasanya untuk setiap daerah memiliki peraturan yang tidak jauh berbeda dan beberapa persyaratan tekhnis untuk mendapatkan izin oprasional adalah sebagai berikut:
1. Surat domisili pemohon (termasuk lokasi pendirian PAUD).
2. Program kerja lembaga atau yayasan PAUD dalam 1 tahun.
3. Surat persetujuan masyarakat (melalui pengantar RT dan RW).
4. Surat rekomendasi lurah.
5. Surat rekomendasi dinas pendidikan kecamatan.
6. Surat rekomendasi camat dari kecamatan setempat.
7. Akte yayasan penyelenggara.
Selanjutnya ke-7 berkas tersebut dilampirkan oleh lembaga PAUD yang ingin mendapatkan izin oprasional dan ditunjukkan kepada kepala dinas pendidikan nasional setempat.
Bagaimana tidak begitu sulit, bukan? Namun untuk merealisasikannya pendiri perlu memiliki sikap disiplin dan tekun. Karena biar bagaimanapun merintis sebuah usaha apapun jenis usahanya jika tidak memiliki disiplin, tekun dan optimistis yang tinggi hal-hal besar tidak akan bisa kita capai. Terlebih mendirikan PAUD ini kita berinteraksi dan berpengaruh langsung