Kerugian apabila belajar ilmu agama cuma setengah-setengah

Sebagai umat muslim, agama Islam sangat penting untuk dipelajari dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam agama Islam terdapat ajaran baik yang bisa menjadikan anda sebagai orang yang beriman dan bertaqwa. Dengan begitu, anda bisa mengetahui mana perkataan yang baik dan mana perkataan yang buruk. Selain itu, anda juga bisa lebih mengetahui mana perbuatan yang dilarang serta mana perbuatan yang harus dikerjakan. Ajaran agama Islam tak hanya membantu di akhirat saja, melainkan juga di dunia.

Ajaran agama Islam mengandung unsur-unsur positif yang sangat berguna bagi kehidupan di dunia. Tanpa adanya ajaran agama Islam ini, hidup terasa tanpa arah dan tujuan. Dengan belajar agama Islam, kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik ke arah yang benar. Dalam belajar ilmu agama pun, anda jangan cuma setengah-setengah. Karena peluang terjerumus ke hal-hal yang salah masih cukup besar. Ada banyak kerugian yang akan anda dapatkan apabila anda belajar ilmu agama cuma setengah-setengah.

Kerugian Belajar Ilmu Agama Cuma Setengah-Setengah

Berikut ini adalah berbagai kerugian apabila belajar ilmu agama cuma setengah-setengah yang perlu untuk anda ketahui.

Mudah terperdaya

Keawaman kita akan agama Islam pun menjadi sasaran empuk bagi mereka yang ingin menjelekkan agama Islam. Sebut saja fitnah yang paling besar terhadap agama Islam di dunia internasional ialah agama Islam sebagai agama yang mengajarkan tentang kekerasan. Padahal, tidak ada satupun dalil dalam Islam yang mengajarkan umatnya untuk menganiaya orang secara keji, terlebih lagi membunuh orang yang tidak bersalah.

Orang yang belajar ilmu agama Islam cuma sekedarnya memiliki iman yang lemah. Lemahnya iman ini membuatnya mudah terperdaya dengan ajakan teroris yang mengatasnamakan agama Islam ini. Tentu saja hal ini tidak akan terjadi apabila agama diajarkan dengan benar kepada mereka. Selain itu, kita sebagai umat Islam juga akan lebih mudah melawan fitnah-fitnah keji tersebut apabila kita punya ilmu.

Bentuk kebodohan

Hal yang ditakutkan apabila belajar ilmu hanya setengah-setengah ialah jika bentuk keawaman kita akan agama Islam sudah mencapai skala yang lebih besar, seperti pembahasan hubungan agama dengan politik. Seperti yang kita semua ketahui, akhir-akhir ini kembali muncul wacana yang mengatakan bahwa kita tidak perlu mencampuradukkan agama dengan politik.

Wacana tersebut tentu muncul dari orang yang kurang begitu paham dengan agama. Dengan begitu, seolah-olah agama Islam hanyalah mengurusi tentang solat. Padahal, agama Islam pastinya harus diyakini sebagai sesuatu yang membimbing umat Islam dalam hal apapun. Parahnya lagi, wacana ini banyak diharapkan oleh orang awam lainnya. Berkembangbiaklah bentuk kebodohan tersebut.

Bicara agama tanpa ilmu sangat berbahaya

Berbicara tentang agama tanpa dilandasi dengan ilmu adalah perkara tertinggi yang diharamkan oleh Allah SWT. Bahkan, orang yang membicarakan tentang Allah tanpa ilmu termasuk ke dalam dusta atas (nama) Allah. Orang-orang tersebut termasuk golongan orang yang tersesat dan menyesatkan orang lain. Sifat orang yang suka bicara agama tanpa ilmu adalah sikap yang mengikuti hawa nafsu dan termasuk sikap yang mendahului Allah dan Rasul-Nya.

Lebih bahaya lagi, karena orang yang berbicara tentang Allah tanpa adanya ilmu akan menanggung dosa-dosa orang-orang yang telah dia sesatkan. Orang-orang tersebut akan dimintai tanggung-jawab. Hal ini juga termasuk perintah syaitan. Orang tersebut termasuk golongan orang yang tidak berhukum dengan apa yang telah Allah turunkan.