“Masjid Seribu Komik”

Membangun masjid dengan komik

 

Masjid seribu komik, konsep sederhana membangun masjid dengan langkah sederhana. Mengapa kita harus tergerak?

Umat Muslim di sana, butuh masjid

Lombok, habis diguncang gempa dahsyat tahun lalu. Kota seribu masjid itu luluh lantak, termasuk masjid yang megah. Umat mulim Lombok, kebingungan untuk mencari tempat ibadah yang aman, nyaman dan bersih. Padahal, kita merasakan ekstra kemudahan jika mencari masjid megah sekalipun.

Tak jauh berbeda dengan Palu. Gempa Palu yang mengakibatkan tsunami, merobohkan Palu. Gempa saat itu, merusak masjid Baiturrahman dan masjid-masjid yang lain. kubah-kubah masjid, banyak yang roboh.

“Kami lari menyelamatkan diri, gelombangya mengejar kami. Kami dan gelombang seperti balapan. Saya tidak pakai sepatu dan kaki saya berdarah-darah,” tutur korban gempa yang selamat terkait kondisi gempa saat itu.

Ada pula, di pelosok daerah, ingin ke masjid saja harus menempuh bukit dan lembah, menyusuri jalan gelap. Jalan yang di depannya, terbentang bahaya seperti ular berbisa. Tapi mereka tetap ke sana. Sebab itulah masjid terdekat.

Membangun masjid, amal jariyah yang mudah

Siapa yang tak mau amal jariyah dengan mudah? Amalan yang pahalanya terus mengalir, meski kita sudah meninggal. Bisa jadi, melalui amalan itulah, Allah SWT menolong kita di akhirat nanti, di alam perhitungan dan pembalasan dari Allah Ta’ala.

Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rosulullah Saw. bersabda: ”Apabila ‘anak Adam itu mati, maka terputuslah amalnya, kecuali (amal) dari tiga ini: sedekah yang berlaku terus menerus, pengetahuan yang dimanfaatkan, dan anak sholeh yang mendoakan dia.” (HR Muslim)

Pandangan masyarakat bahwa membangun masjid itu sulit, butuh dana tidak sedikit. Padahal dompet sedang sakit. Betul butuh banyak dana. Namun jika dilakukan dengan bersama, maka sangat mudah terasa.

“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Lalu bagaimana caranya & apa hubungannya dengan komik?

Seperti yang dilakukan masyarakat Indonesia. Secara kolektif, masyarakat membangun Masjid hanya dengan komik. Pasalnya, 100 % royalti dari penulisn komik anak tersebut dihibahkan untuk pembangunan masjid. Melalui komik, Real Friends Seri 1 seharga Rp 50.000,- ada 3 masjid yang sudah didirikan, 1 di Palu dan 2 di Lombok.

Comic yang seperti ini, tak perlu ragu, tak perlu bimbang. Sebab, komik ini komik Islami. Konten komik, mendidik, mengibur dan memotivasi anak untuk rajin ke masjid, mengaji serta beradab yang baik terhadap sesama dan yang lebih tua. Judulunya, Real Friends.

Komik anak Islami ini, memuat strip dari karya peserta workshop se-Indonesia. Workshop pembuatan komik ini biasa dilaksanakan selama 5 jam di sebuah hotel. Lintas umur peserta, sama sekali tak menjadi hambatan untuk berkarya dan berbagi.

Peserta diajak membuat konsep sarat makna. Namun ada pula anak muda kreatif, usia 8 tahun yang hanya membaca komik Real Friend seri 1, kemudian ia mengirimkan sketsa gambar dengan konsep nendang. Melalui karyanya, ia menyadarkan kita untuk ingat Sang Pencipta.

Masih banyak masjid-masjid yang belum dibangun. Masjid yang sangat diidam-idamkan oleh penduduk warga Indonesia. Masjid seribu komik, insya Allah terus bermunculan, berdiri tegak dan memberikan manfaat. Sebab, komik Real Friends Seri 2 yang royaltinya 100% untuk masjid, segera terbit bulan Oktober 2019.